![]() |
| Ilustrasi Uni Eropa (UE). European Commission Flags on Poles. PM Hungaria Sebut Pemimpin Eropa Siapkan Skenario Perang Dunia Ketiga(Pexels/Marco) Editor By : Ikhsan |
JAKARTA, Peristiwanusantara.com - Lima menteri keuangan Uni Eropa mengusulkan pajak atas keuntungan tak terduga perusahaan energi. Usulan ini muncul setelah lonjakan harga energi akibat perang Iran.
Menteri keuangan dari Jerman, Italia, Spanyol, Portugal, dan Austria menyampaikan usulan tersebut dalam surat kepada Komisi Eropa tertanggal Jumat. Mereka menilai langkah ini penting untuk merespons dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap masyarakat.
"Ini juga akan mengirimkan pesan yang jelas bahwa mereka yang mendapat keuntungan dari konsekuensi perang harus melakukan bagian mereka untuk meringankan beban masyarakat umum," tulis mereka.
Harga energi melonjak Harga minyak dan gas naik tajam sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Kenaikan ini memicu guncangan harga yang mengingatkan pada krisis energi 2022 saat Rusia menginvasi Ukraina. Harga gas di Eropa bahkan telah melonjak lebih dari 70 persen sejak konflik terbaru dimulai.
Kondisi ini menekan biaya energi dan memperbesar beban rumah tangga serta industri. Soroti distorsi pasar Dalam surat kepada Komisioner Iklim Uni Eropa Wopke Hoekstra, para menteri menyoroti adanya distorsi pasar dan keterbatasan fiskal.
"Mengingat distorsi pasar dan kendala fiskal saat ini, Komisi Eropa harus segera mengembangkan instrumen kontribusi serupa di seluruh Uni Eropa yang didasarkan pada landasan hukum yang kuat," tulis mereka.
Usulan tersebut merujuk pada kebijakan serupa yang pernah diterapkan pada 2022. Saat itu, Uni Eropa mengenakan pajak keuntungan tak terduga pada perusahaan energi, membatasi harga gas, dan menekan permintaan.
Opsi kebijakan kembali dibahas Otoritas energi Uni Eropa mulai mempertimbangkan kembali langkah-langkah darurat. Opsi yang dibahas mencakup pembatasan tarif jaringan dan pajak listrik. Ketergantungan Eropa pada impor energi membuat kawasan ini rentan terhadap gejolak global, terutama dari Timur Tengah.
Komisaris Energi Uni Eropa dan Jorgensen mengingatkan resiko pasokan dalam jangka pendek.
Ia menyoroti kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar olahan seperti avtur dan diesel di pasar Eropa. Harga energi melonjak lebih dari 70 persen, lima negara Uni Eropa usul pajak keuntungan perusahaan energi untuk tekan dampak ke masyarakat.
Sumber : kompas.com

KLIK Untuk Masuk

Posting Komentar