-->

Ads (728x90)

Gebrakan Pemkot Bengkulu! Targetkan 1.000 Rumah Tak Layak Huni Dibedah pada 2027
                                                     Foto : dok Diskominfo Bengkulu

By Indra
BENGKULU, Peristiwanusantara.com
– Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan ekstrem. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan target mencapai 1.000 unit sepanjang tahun 2027.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Bengkulu telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Dana tersebut direncanakan untuk merehabilitasi sebanyak 150 unit rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menjelaskan bahwa target 1.000 unit rumah tersebut akan diwujudkan melalui kolaborasi dan sinergi pendanaan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, Baznas hingga dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Dedy, selain 150 unit yang bersumber dari APBD Kota Bengkulu, pemerintah juga menargetkan dukungan sebanyak 500 unit dari pemerintah pusat serta tambahan bantuan melalui Baznas dan CSR.

“Kami juga akan melanjutkan program bedah rumah dengan target 150 rumah dari APBD Kota Bengkulu. Jika diakumulasikan bersama dukungan Baznas dan pemerintah pusat, target total kita bisa mencapai 1.000 unit rumah. Ini merupakan salah satu upaya nyata kita untuk menurunkan angka kemiskinan,” ujar Dedy.

Untuk memperluas jangkauan bantuan, Baznas Kota Bengkulu saat ini juga tengah merancang program khusus bertajuk Aladin, yakni rehabilitasi tiga bagian utama rumah, meliputi atap, lantai, dan dinding.

Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki rumah dengan kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan agar memenuhi standar hunian yang layak.

“Saat ini Baznas Kota Bengkulu sedang merancang konsep program rumah yaitu Aladin, atau rehabilitasi atap, lantai, dan dinding. Program ini dikhususkan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria miskin dan memiliki rumah tidak layak huni,” tambahnya.

Dedy menegaskan, program bedah rumah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk kepedulian pemerintah dalam menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Ia berharap program tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera yang selama ini masih tinggal di rumah dengan kondisi bangunan tidak memadai.

Sebagai kelanjutan program sebelumnya, sepanjang tahun 2025 hingga 2026 tercatat sebanyak 145 unit rumah tidak layak huni di Kota Bengkulu telah berhasil direhabilitasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing dalam meningkatkan kualitas permukiman sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem.

Namun demikian, untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan, Dedy meminta seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat kelurahan agar aktif melakukan pendataan dan verifikasi kondisi rumah warga.

“Pemerintah tidak ingin warga yang tinggal dalam kondisi hunian memprihatinkan luput dari pendataan. Lurah tolong pastikan dan sampaikan kepada Walikota dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kalau ada warganya yang masih tinggal di rumah yang tidak layak huni,” tegasnya.

Pemkot Bengkulu berharap keterlibatan aktif para lurah, DPRD, Baznas, pemerintah pusat, serta pihak swasta dapat memperkuat pelaksanaan program tersebut.

Dengan pendataan yang akurat dan pengawasan yang baik, target 1.000 rumah layak huni pada 2027 diharapkan tidak hanya menjadi angka perencanaan, tetapi benar-benar terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan (Indra)

Editor : Ismanto 


Posting Komentar