-->

Ads (728x90)

Jumaga Kesal Tuding Ria Ukur Perusak Suasana Hingga Tukang Bohong pada Insiden Penelantaran Kontingen Pesparawi Kepri
    Ketua LPPD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak (Foto : Ist/Peristiwanusantara.com)

By Anggrainas Prasetio


TANJUNGPINANG, Peristiwanusantara.com -
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Jumaga Nadeak menuding Ketua LPPD Kota Tanjungpinang Ria Ukur Rindu Tondang berbohong.

Tudingan yang dilontarkan Jumaga tersebut buntut dari pernyataan Ria yang menyatakan bahwa kontingen Pesparawi Kepri ditelantarkan pihak panitia di Bandara Soekarno - Hatta Jakarta ketika hendak menuju Manokwari, Papua Barat untuk mengikuti ajang Pesparawi Nasional XIV.

“Itu yang bikin rusak suasana karena tidak ada komando dari kita. Itu juga yang bikin marah pak gubernur. Jadi bohong itu,” kata Jumaga kesal ketika dihubungi melalui sambungan telepon selulernya belum lama ini.

Jumaga mengatakan berdasarkan keterangan pihak travel, rombongan kontingen Pesparawi Kepri tidak ditelantarkan sebagaimana yang disampaikan Ria Ukur. Pihak travel mengaku telah memberikan fasilitas penginapan, kendaraan dan uang makan selama di Jakarta. 

“Pernyataan orang travel pada konferensi pers kemarin mereka tidak diterlantarkan, mereka dimanusiawikan sebagaimana mestinya, dikasih bus, di kasih penginapan 14 kamar dan dikasih uang makan. Bukti transfernya ada,” ucap Jumaga.

Menurut Jumaga sebelum berangkat dirinya sempat melarang Ketua LPPD Kota Tanjungpinang beserta kontingen untuk berangkat tanpa komando darinya, terlebih keberangkatannya menggunakan metode transit, dari Batam - Jakarta - Manokwari.

“Jadi manusia jangan kurang ajarlah. Saya sudah bilang kalau berangkat sepotong-potong gitu janganlah, kecuali ada tiket pulang pergi Batam - Manokwari, tapi tetap dipaksakan tiket ke Jakarta,” kata Jumaga.

Dari pengakuan pihak travel Jumaga mengetahui bahwa di sana Ria Ukur sempat memaksa pihak travel untuk membelikan tiket dari Jakarta ke Manokwari.

“Ada dari sorong ke Manokwari tapi mereka tidak mau. Akhirnya mereka dipulangkan ke Tanjungpinang namun dengan ancaman-ancaman katanya,” ucap Jumaga menyampaikan ulang pernyataan pihak travel pada konferensi pers beberapa waktu lalu.

Jumaga dalam hal ini merasa tertipu dengan pihak travel PT Risky Evanti Bersahaja. Untuk itu atas insiden ini Jumaga telah melaporkan pihak-pihak terkait ke polisi.

“Ini musibah, kita kecolongan, tertipu kita sama orang travel. Kita sudah bayar lunas, kode bokingnya gak muncul-muncul. Kita kecolongan,” ucap Jumaga. 

Untuk diketahui Ketua LPPD Kota Tanjungpinang Ria Ukur Rindu Tondang mengungkapkan kekecewaannya kepada pihak panitia Pesparawi Kepri atas penelantaran yang dilakukan terhadap rombongan kontingen yang akan mengikuti ajang Pesparawi nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.

Ungkapan tersebut dikatakannya saat berada di Bandara RHF Tanjungpinang setibanya dari Jakarta bersama 27 orang kontingen yang terdiri dari kelompok Padua Suara Wanita (PSW) Kota Tanjungpinang. (Angga)

Editor : Ismanto

Posting Komentar